Sering Lupa? Jangan Langsung Panik, Cek Bedanya Lupa Usia Tua vs Alzheimer

Sering kali kita menganggap kepikunan pada orang tua adalah sesuatu yang wajar. Namun, ketika mulai mengganggu aktivitas harian, mengenali wajah anggota keluarga, hingga merubah kepribadian, bisa jadi itu bukan proses penuaan biasa, melainkan Alzheimer.

Alzheimer adalah gangguan yang menyerang sel-sel otak, di mana fungsi kognitif otak perlahan menurun hingga mengganggu kemampuan sosial dan fungsi harian seseorang.

Gejala Utama yang Perlu Diwaspadai

Pada tahap awal, gejala Alzheimer seringkali tidak disadari, namun makin lama gejalanya aka bertahap dan semakin nyata:

  • Penurunan Daya Ingat Jangka Pendek: Penderita seringkali lupa informasi yang baru saja diterima, menanyakan hal yang sama berulang kali, dan sangat bergantung pada catatan pengingat.
  • Disorientasi Waktu dan Tempat: Bingung dalam menentukan hari, tanggal, atau bahkan lupa jalan pulang di tempat yang familiar.
  • Kesulitan Memecahkan Masalah: Kesulitan dalam merencanakan sesuatu, seperti mengurus tagihan atau mengikuti resep masakan yang biasa dibuat.
  • Perubahan Suasana Hati: Menjadi lebih curiga, cemas, depresi, cemas, atau tiba-tiba menjadi sangat impulsif/agresif.
  • Penurunan Kemampuan Berbahasa: Kesulitan dalam merangkai kata yang tepat saat berbicara atau tiba-tiba berhenti di tengah percakapan karena lupa.

Faktor Resiko

Alzheimer seringkali ditandai dengan penumpukan protein berlebih di otak. Penumpukan ini yang merusak komunikasi antar-sel saraf sehingga sel-sel otak mati dan jaringan otak menyusut.

  • Usia: Resiko meningkat signifikan setelah usia 65 tahun.
  • Genetik & Riwayat Keluarga: Memiliki anggota keluarga kandung dengan riwayat Alzheimer dapat meningkatkan Resiko.
  • Gaya Hidup & Kesehatan Jantung: Tekanan darah tinggi, kolesterol, diabetes, dan kebiasaan merokok yang tidak terkontrol dapat menjadi penyebab pada penurunan fungsi pembuluh darah otak.

Perbedaan Penuaan Biasa dan Alzheimer

Sering kali keluarga terlambat menyadari Alzheimer karena menyamakannya dengan proses penuan alami. Berikut contoh perbandingan utamanya:

Daya Ingat

  • Penuaan Normal: Lupa nama atau janji, namun bisa mengingatnya lagi beberapa saat kemudian.
  • Alzheimer: Lupa informasi baru dan tidak pernah mengingatnya kembali.

Navigasi

  • Penuaan Normal: Bingung sesaat jalan mana yang harus diambil.
  • Alzheimer: Tersesat di tempat yang sangat dikenal atau sering dikunjungi.

Kemampuan Sosial

  • Penuaan Normal: Terkadang merasa lelah dengan kegiatan sosial.
  • Alzheimer: Menarik diri secara total dari hobi, pekerjaan, atau interaksi sosial.

Pentingnya peran Keluarga Bagi Penderita

Penderita Alzheimer secara bertahap akan kehilangan kemampuan kognitif dan fisiknya. Dalam hal ini, peran keluarga sangat penting sebagai penjaga utama, pelindung, sekaligus penyambung ingatan.

  • Gunakan suara yang lembut dan tenang. Jangan pernah membalas dengan bentakan atau membantah saat penderita mulai berhalusinasi dan kebingungan.
  • Selalu pakaikan gelang identitas atau kalung berisi nama, alamat, dan nomor telepon darurat keluarga untuk mencegah saat penderita hilang.
  • Tempelkan papan pengingat, jam dinding besar, dan kalender di tempat yang sering dilihat. Pertahankan jadwal makan, tidur, dan beraktivitas yang sama setiap hari agar penderita dapat melakukan rutinitas yang terstruktur dan aman.
  • Konsultasikan dengan tenaga medis dan lakukan terapi untuk melatih otak apabila disarankan oleh dokter.

 

Share your love

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *