Buat Janji dengan Dokter

Bumbu Tak Terlihat: Seberapa Banyak Mikroplastik yang Tanpa Sadar Kita Telan?
Tanpa disadari, makanan yang kita konsumsi setiap hari bisa saja mengandung zat tambahan yang berbahaya seperti mikroplastik. Partikel dalam plastik kini menjadi isu kesehatan global karena keberadaannya yang sulit dihindari.
Lantas, bagaimana mikroplastik bisa sampai ke makanan kita, dan apa saja bahayanya bagi tubuh? Berikut adalah dampak dari paparan plastik pada makanan bagi tubuh yang perlu diwaspadai:
Dampak Paparan Plastik Bagi Tubuh
1. Penurunan Fungsi Sistem Kekebalan Tubuh (Imunitas)
Mikrolastik yang menumpuk di tubuh, membuat sistem imun kita menganggapnya sebagai jaringan asing. Karena harus terus-menerus melawan mikroplastik tersebut, sel kekebalan tubuh menjadi lemah. Akibatnya, daya tahan tubuh menurun dan rentan kena penyakit dari bakteri atau virus.
2. Gangguan Perkembangan Otak dan Saraf
Bagi ibu hamil dan anak-anak, terpapar zat berbahaya pada mikroplastik bisa menyebabkan tumbuh kembang otak anak bisa terganggu, konsentrasinya menurun, dan berisiko mengalami gangguan perilaku seperti ADHD.
3. Gangguan Metabolisme dan Risiko Obesitas
Zat kimia dalam plastik mengandung obesogen yang bisa mengacaukan sistem metabolisme dan pengolahan gula dalam tubuh. Zat ini memaksa tubuh menyimpan lemak dengan cara yang tidak normal. Akibatnya, seseorang bisa lebih mudah mengalami kenaikan berat badan berlebih atau obesitas.
4. Masalah Kesehatan Paru-paru dan Saluran Pernapasan
Meski awalnya masuk lewat makanan, partikel plastik berukuran bisa menembus dinding usus, masuk ke aliran darah dan mengalir sampai ke paru-paru. Dampaknya, paru-paru mengalami peradangan, yang akhirnya menyebabkan gejala asma atau masalah pernapasan lainnya jadi makin parah.
Sumber Paparan Plastik Pada Makanan
Berikut adalah beberapa sumber paparan plastik pada makanan yang sering kita abaikan dan beresiko buruk terhadap kesehatan:
- Kemasan Plastik Panas: Membungkus makanan panas, berminyak, atau asam dengan kantong plastik (styrofoam atau plastik kiloan).
- Memanaskan Wadah di Microwave: Menggunakan wadah plastik tidak berlabel microwave-safe yang menyebabkan polimer plastik terurai dan menyatu dengan makanan.
- Penggunaan Botol/Wadah Berulang: Botol sekali pakai yang dipakai berulang kali akan melepaskan partikel mikroplastik halus ke dalam air minum.
- Air Minum Dalam Kemasan: Proses pembotolan, penutupan, dan gesekan saat distribusi menyebabkan air dalam botol plastik mengandung partikel mikroplastik dalam jumlah lebih tinggi.
- Kantung Teh Celup Sintetis: Beberapa kantung teh modern terbuat dari serat plastik yang saat diseduh dengan air panas, jutaan partikel mikroplastik dan nanoplastik akan terlepas langsung ke dalam cangkir.
Langkah Mengurangi Paparan Plastik
Berikut adalah langkah praktis yang dapat dilakukan sehari-hari untuk mengurangi paparan plastik dan zat kimia berbahaya pada makanan serta tubuh:
- Selalu pindahkan makanan ke piring atau mangkuk kaca/keramik sebelum dipanaskan di microwave atau dikukus.
- Bawa wadah sendiri berbahan stainles steel atau kaca tahan panas saat membeli makanan matang dari luar.
- Gunakan tumbler berlabel BPA-Free, berbahan stainless steel, atau kaca untuk konsumsi air sehari-hari.
- Pilih teh tubruk dengan saringan stainless steel, atau pastikan kantung teh menggunakan bahan kompos alami seperti serat kertas/manila.
- Gunakan toples atau wadah kaca (glass food container) yang lebih higienis, tidak menyerap bau, dan tidak melepaskan partikel plastik.
- Masak air minum sendiri di rumah atau gunakan sistem penyaring air (water filter) di rumah, dan batasi konsumsi air minum dalam kemasan.


