Buat Janji dengan Dokter

Menemukan Benjolan di Payudara? Jangan Panik, Ini yang Perlu Anda Ketahui
Menemukan benjolan di payudara secara tiba-tiba memang sering kali memicu kepanikan dan kekhawatiran akan kanker. Namun faktanya, sekitar 80% hingga 85% benjolan yang ditemukan ternyata bersifat jinak alias bukan kanker.
Meskipun demikian, setiap benjolan baru tetap memerlukan perhatian medis untuk memastikan penyebabnya. Mari kita bahas lebih dalam mengenai penyebab benjolan payudara, kapan harus waspada, dan langkah yang harus diambil.
Penyebab Umum Benjolan Payudara
Payudara terdiri dari berbagai jaringan, mulai dari kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak, hingga jaringan ikat. Perubahan pada jaringan-jaringan ini bisa menimbulkan benjolan. Beberapa penyebab yang paling sering terjadi yaitu:
- Fibroadenoma: Tumor jinak yang paling umum terjadi pada wanita usia 15–35 tahun. Benjolannya terasa bulat, padat, kenyal, dan mudah bergeser saat disentuh.
- Kista Payudara: Kantung berisi cairan yang terbentuk akibat perubahan hormon. Kista bisa terasa lunak atau keras, dan sering kali membesar sesaat sebelum menstruasi.
- Perubahan Fibrokistik: Kondisi medis yang membuat payudara terasa penuh, bengkak, atau benjol, biasanya dipengaruhi oleh siklus hormonal bulanan.
- Mastitis atau Abses: Infeksi pada jaringan payudara yang sering dialami oleh ibu menyusui. Biasanya disertai kemerahan, rasa hangat, nyeri, dan kadang demam.
Langkah yang Harus Dilakukan
Jika Anda mendeteksi adanya benjolan, berikut adalah langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan:
- Lakukan Pemeriksaan Sendiri: Amati apakah ada perubahan visual dan rasakan teksturnya secara berkala.
- Hindari Memencet atau Memijat Benjolan: Memijat benjolan dengan keras justru berisiko memicu peradangan atau memperparah kondisi jika terdapat infeksi.
- Konsultasikan ke Dokter: Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik awal dan biasanya akan dilakukan USG Payudara (untuk usia di bawah 35 tahun) atau Mamografi (untuk usia di atas 35 tahun).
Kapan Harus Waspada?
Meskipun mayoritas benjolan payudara bersifat jinak, segera memeriksakan diri ke dokter jika menemukan benjolan yang disertai dengan gejala-gejala berikut:
- Benjolan terasa keras, tidak rata permukaannya, dan tidak bergeser saat ditekan.
- Terjadi perubahan bentuk atau ukuran payudara yang drastis secara tiba-tiba.
- Kulit payudara mengalami perubahan seperti mengerut, tampak seperti kulit jeruk, merah, atau bersisik.
- Puting susu tertarik ke dalam atau berubah posisi.
- Keluar cairan dari puting secara spontan terutama berwarna keruh, kecokelatan, atau berdarah.
- Muncul benjolan baru di area ketiak atau sekitar tulang selangka.
Menemukan benjolan memang mengkhawatirkan, namun mengabaikannya karena rasa takut justru bisa menunda penanganan yang tepat. Ingatlah bahwa mendeteksi dan memeriksakan kondisi payudara sejak dini adalah bentuk kasih sayang terbaik untuk diri sendiri.


