Buat Janji dengan Dokter

Badan Sering Memar Tanpa Sebab? Kenali Penyebabnya
Banyak orang sering kali mendapati bercak kebiruan atau keunguan pada lengan dan kaki mereka tanpa mengingat adanya riwayat benturan. Fenomena ini merupakan kondisi yang cukup umum terjadi.
Secara medis, memar terbentuk saat pembuluh darah kapiler di bawah permukaan kulit pecah akibat cedera, yang menyebabkan darah merembes serta membeku di jaringan sekitarnya. Tapi, kalau tubuh sering memar tanpa sebab yang jelas, bisa jadi ada faktor kesehatan internal yang sedang berpengaruh.
Berikut adalah beberapa alasan medis mengapa badan sering memar:
1. Dinding Pembuluh Darah yang Menipis
Faktor penuaan menyebabkan kulit kehilangan kolagen serta lapisan lemak pelindungnya. Kondisi ini membuat pembuluh darah menjadi lebih rapuh. Akibatnya pada kelompok lansia, tekanan sedikit seperti genggaman tangan yang sedikit kuat pun sudah cukup untuk menimbulkan memar.
2. Efek Samping Obat-Obatan Tertentu
Jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, ini bisa menjadi penyebab memar sering muncul. Beberapa obat yang paling sering memicu kondisi ini antara lain:
- Pengencer darah yang sengaja diresepkan untuk mencegah pembekuan darah.
- Kortikosteroid yang jika digunakan dalam jangka panjang dapat menipiskan kulit dan pembuluh darah.
- Obat Pereda Nyeri (NSAID) yang dikonsumsi secara berlebihan dapat memengaruhi fungsi pembekuan darah.
3. Kekurangan Vitamin
Tubuh membutuhkan nutrisi untuk menjaga kekuatan pembuluh darah dan membekukan darah dengan baik. Jika tubuh kekurangan vitamin berikut tubuh dapat menjadi mudah memar:
- Vitamin C: Berperan dalam pembentukan kolagen. Kekurangan vitamin C membuat pembuluh darah menjadi rapuh.
- Vitamin K: Membantu proses pembekuan darah berjalan normal. Jika kekurangan, darah akan sulit membeku saat terjadi kebocoran kapiler.
4. Kondisi Medis Tertentu
Pada kasus yang lebih jarang, seringkali memar bisa menjadi sinyal dari adanya masalah kesehatan yang lebih serius, seperti:
- Trombositopenia: Kondisi di mana tubuh kekurangan trombosit (keping darah), sel yang bertugas menghentikan pendarahan.
- Penyakit Hati: Hati memproduksi protein yang dibutuhkan untuk pembekuan darah. Jika fungsi hati terganggu, proses pembekuan darah akan melambat.
- Gangguan Pembekuan Darah Genetik: Seperti Hemofilia.
Kapan Harus Waspada
Meskipun sebagian besar memar tidak berbahaya, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter jika menemukan tanda-tanda berikut:
- Memar muncul dalam jumlah banyak secara tiba-tiba tanpa ada benturan sama sekali.
- Memar disertai dengan pendarahan di tempat lain, seperti sering mimisan atau gusi berdarah.
- Memar terasa sangat nyeri atau membengkak secara tidak wajar.
- Memar tidak kunjung membaik atau memudar setelah lebih dari dua minggu.


