Sebelum Pandangan Meredup: Mengenal Glaukoma dan Cara Menyelamatkan Penglihatanmu

Pernahkah kamu membayangkan rasanya melihat sekitar, tetapi pandangan tepi perlahan gelap, sampai akhirnya tersisa titik kecil di tengah. Inilah yang disebut glaukoma, kondisi medis yang dapat memicu kebutaan permanen tanpa gejala awal yang jelas.

Glaukoma terjadi akibat kerusakan pada saraf optik, yaitu saluran utama yang menghubungkan mata ke otak. Kerusakan ini sering disebabkan oleh tingginya tekanan di dalam bola mata (tekanan intraokular) akibat penumpukan cairan mata yang tidak mengalir dengan lancar.

Penyebab Utama

Glaukoma terjadi akibat gangguan aliran atau penumpukan cairan bola mata (aqueous humour). Ketika saluran pembuangan cairan tersumbat atau memproduksi cairan berlebih, tekanan di dalam mata akan meningkat dan menekan saraf optik.

Jenis-Jenis Glaukoma

Meskipun gejalanya tampak serupa, glaukoma sebenarnya terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan bagaimana saluran pembuangan cairan mata mengalami masalah. Berikut merupakan jenis-jenis glaukoma:

  • Glaukoma Sudut Terbuka: Gejalanya muncul perlahan tanpa rasa sakit, sehingga seringkali penderita baru menyadari saat penglihatan bagian tepi sudah menghilang.
  • Glaukoma Sudut Tertutup: Terjadi saat saluran pembuangan cairan tersumbat total. Gejalanya ditandai dengan sakit mata hebat, sakit kepala, penglihatan buram, mual, dan melihat lingkaran cahaya (halo) di sekitar lampu.

Faktor Risiko

Meskipun glaukoma bisa dialami oleh siapa saja, ada beberapa kondisi yang membuat seseorang lebih rentan terserang penyakit ini. Risiko terkena glaukoma akan meningkat jika:

  • Lansia berusia di atas 40 atau 60 tahun.
  • Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit glaukoma yang sama.
  • Memiliki kondisi medis seperti diabetes, hipertensi, atau penyakit jantung yang tidak terkontrol.
  • Menggunakan obat kortikosteroid dalam jangka panjang, terutama obat tetes mata.
  • Memiliki riwayat cedera pada mata atau minus dan plus yang sangat tinggi.

Cara Mencegah

  • Pemeriksaan Mata Rutin: Lakukan pemeriksaan saraf optik secara berkala setiap 1–2 tahun bagi lansia berusia di atas 40 tahun atau memiliki risiko tinggi.
  • Gunakan Pelindung Mata: Pakai kacamata pelindung terutama saat bekerja dengan alat pertukangan, atau menggunakan bahan kimia untuk menghindari cedera mata.
  • Kendalikan Penyakit Kronis: Jaga tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol tetap stabil.
  • Gunakan Obat Sesuai Dosis: Hindari penggunaan obat tetes mata, salep, atau tablet yang mengandung steroid jangka panjang tanpa pengawasan dari dokter mata.
  • Olahraga Aman: Lakukan aktivitas fisik ringa untuk membantu menurunkan tekanan bola mata dan hindari olahraga dengan posisi kepala di bawah
  • Pola Makan Sehat: Konsumsi makanan yang kaya antioksidan, vitamin A, C, E, serta seng dan omega-3  untuk menjaga kesehatan jaringan saraf optik.

Penanganan

Kerusakan saraf akibat glaukoma bersifat permanen dan tidak dapat disembuhkan. Namun, penanganan sejak dini (menggunakan obat tetes mata medis, terapi laser, atau operasi) dapat mengontrol tekanan mata agar kerusakan tidak bertambah parah. Pemeriksaan mata secara rutin sangat dianjurkan untuk deteksi dini.

Share your love

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *