Rabies: Penyakit 100% Mematikan Tetapi Sebenarnya 100% Bisa Dicegah!

Pernahkah kamu atau hewan peliharaanmu mendadak digigit anjing atau kucing liar? Jangan diabaikan, karena gigitan kecil bisa membawa bahaya terselubung bernama rabies.

Rabies adalah infeksi virus mematikan yang menyerang sistem saraf pusat. Penyakit ini memiliki fakta medis yang mengerikan: jika gejala klinis sudah muncul, tingkat kematiannya hampir 100%. Namun, rabies sangat bisa dicegah asalkan ditangani dengan cepat dan tepat sesaat setelah korban terpapar.

Gejala Rabies

Gejala rabies pada manusia berkembang secara bertahap setelah masa inkubasi. Umumnya 2–3 bulan, tetapi bisa berkisar antara 1 minggu hingga 1 tahun tergantung lokasi gigitan dan jumlah virus. Gejala rabies ada dua tahap yaitu tahap awal dan tahap lanjutan, berikut adalah perbedaannya:

1. Tanda & Gejala Awal (Fase Prodromal)

Pada tahap awal ini, gejala rabies mirip dengan flu biasa sehingga sering kali tidak disadari. Fase ini berlangsung selama 2 hingga 10 hari.

  • Sensasi gigitan: Rasa gatal, kesemutan, terbakar, atau nyeri pada area bekas gigitan atau cakaran.
  • Demam dan tubuh terasa menggigil.
  • Sakit kepala dan nyeri otot di seluruh tubuh.
  • Lemas, lesu, serta kehilangan nafsu makan.
  • Mual, muntah, atau sakit tenggorokan.
  • Kecemasan ringan atau gelisah tanpa sebab yang jelas.

2. Tanda & Gejala Lanjut (Fase Neurologis Akut)

Setelah virus mencapai sistem saraf pusat dan otak, gejala berlanjut ke tahap spesifik. Berikut adalah gejala umum yang paling sering terjadi:

  • Hidrofobia: Kejang otot tenggorokan yang sangat sakit saat mencoba minum atau melihat air.
  • Aerofobia: Kejang otot saat terkena hembusan udara segar.
  • Fotofobia: Sangat sensitif terhadap paparan cahaya terang.
  • Hipersalivasi: Produksi air liur berlebihan disertai dengan mulut berbusa.
  • Agitasi & Agresif: Gelisah, kebingungan, halusinasi, dan agresif yang datang hilang-timbul.
  • Kejang dan susah tidur.
  • Kelumpuhan otot: Otot-otot tubuh secara perlahan melemah hingga terjadi kelumpuhan total.
  • Koma: Penderita perlahan-lahan mengalami koma.

Pertolongan Pertama Gigitan Rabies

Jika seseorang digigit atau dicakar oleh hewan yang berpotensi menularkan rabies (seperti anjing, kucing, kera, atau kelelawar), pertolongan pertama yang cepat dan tepat sangat krusial sebelum timbul gejala.

1. Cuci Luka dengan Sabun dan Air Mengalir (Minimal 15 Menit)

  • Segera cuci luka bekas gigitan atau cakaran menggunakan sabun (sabun cuci tangan, sabun mandi, atau deterjen lembut) di bawah air mengalir selama minimal 15 menit.

2. Berikan Antiseptik pada Luka

  • Setelah dicuci bersih dan dikeringkan dengan kain/tisu bersih, oleskan cairan antiseptik pada area luka untuk membunuh sisa mikroorganisme dan mencegah infeksi.
  • Gunakan antiseptik seperti betadine, alkohol 70%, atau antiseptik medis lainnya.

3. Biarkan Luka Tetap Terbuka

  • Biarkan luka terbuka agar sirkulasi udara baik dan virus tidak terjebak di dalam jaringan kulit.
  • Jika terpaksa ditutup untuk perlindungan saat perjalanan ke fasilitas kesehatan, gunakan kasa steril secara longgar jangan terlalu rapat.

4. Segera Pergi ke Fasilitas Kesehatan (Puskesmas / Rumah Sakit / Rabies Center)

  • Segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
  • Dokter akan memberikan Vaksin Anti Rabies (VAR) atau Serum Anti Rabies (SAR) sesuai tingkat keparahan gigitan.

5. Observasi Hewan Penggigit

  • Jika hewan penggigit adalah hewan peliharaan, amankan/karantina hewan tersebut dan jauhkan dari orang sekitar.

Kesimpulan

Rabies memang berbahaya, tapi tindakan cepat Anda bisa menyelamatkan nyawa. Penanganan utama gigitan hewan berisiko rabies adalah segera mencuci luka dengan sabun dan air mengalir selama minimal 15 menit, lalu langsung ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan Vaksin Anti-Rabies (VAR).

Share your love

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *