Pertolongan Pertama Saat Mimisan: Jangan Menengadah! Ini Alasan Medisnya

Mimisan atau epistaksis adalah kondisi ketika darah keluar dari satu atau kedua lubang hidung. Meskipun sering membuat khawatir, sebagian besar mimisan tergolong ringan dan tidak membahayakan.

Di dalam organ hidung terdapat pembuluh darah kecil yang terletak dekat dengan permukaan kulit pembatas hidung. Pembuluh darah ini sangat tipis dan mudah pecah jika terkena pemicu tertentu.

Jenis-Jenis Mimisan

1. Mimisan Anterior (Bagian Depan)

  • Jenis yang paling sering terjadi sekitar 90% kasus.
  • Berasal dari pembuluh darah di bagian depan dinding sekat hidung (septum).
  • Umumnya lebih mudah dihentikan dan sering terjadi pada anak-anak.
  • Darah biasanya keluar dari salah satu lubang hidung saja

2. Mimisan Posterior (Bagian Belakang)

  • Jenis mimisan yang jarang terjadi
  • Berasal dari pembuluh darah yang berada di bagian belakang hidung dekat tenggorokan.
  • Lebih sering dialami oleh lansia atau orang dengan penderita tekanan darah tinggi.
  • Darah sering kali mengalir turun ke arah tenggorokan dan keluar dari kedua lubang hidung.

Pemicu dan Penyebab Utama

Mimisan bisa dipicu oleh faktor lingkungan maupun kebiasaan harian:

  • Udara Kering: Lingkungan ber-AC atau cuaca dingin yang kering dapat membuat membran mukosa (lapisan dalam) hidung mengering dan retak, sehingga pembuluh darah mudah pecah.
  • Mengorek Hidung: Mengorek hidung terlalu keras dengan kuku tajam dapat melukai dinding dalam hidung.
  • Flu dan Alergi: Menghembus ingus terlalu keras saat flu atau alergi.
  • Cedera Fisik: Benturan pada hidung akibat olahraga atau kecelakaan.
  • Penggunaan Obat: Penggunaan semprotan hidung dan obat pengencer darah dalam jangka panjang.
  • Kondisi Medis Lain: Tekanan darah tinggi, gangguan pembekuan darah, atau kelainan struktur hidung.

Pertolongan Pertama Menghentikan Mimisan

Masih banyak mitos yang keliru dalam menangani mimisan seperti menengadahkan kepala. Berikut adalah langkah penanganan yang tepat dan aman:

1. Duduk Tegak dan Condongkan Badan Agak ke Depan

Duduk dan condongkan tubuh ke depan. Jangan Menengadahkan Kepala! Menengadahkan kepala membuat darah mengalir ke tenggorokan, yang bisa menyebabkan tersedak, mual, atau muntah.

2. Jepit Cuping Hidung

Gunakan ibu jari dan jari telunjuk untuk menjepit bagian lunak hidung (tepat di bawah tulang hidung). Tahan jepitan ini secara terus-menerus selama 10–15 menit tanpa dilepas-lepas untuk memberi waktu darah membeku.

3. Bernapas Melalui Mulut

Selama hidung dijepit, tetap tenang dan bernapas secara perlahan melalui mulut.

4. Gunakan Kompres Dingin

Tempelkan kantong es atau kain dingin yang dibungkus di area pangkal hidung untuk membantu menyempitkan pembuluh darah.

5. Istirahat

Setelah mimisan berhenti, istirahat dan hindari aktivitas atau mengangkat beban berat selama beberapa jam ke depan.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Segera cari bantuan medis ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami kondisi berikut:

  • Mimisan tidak berhenti setelah dijepit selama lebih dari 20 menit.
  • Pendarahan sangat deras hingga menyulitkan pernapasan.
  • Mimisan terjadi akibat benturan keras di kepala atau wajah.
  • Disertai gejala lain seperti pusing, lemas, pucat, atau pingsan.
  • Mimisan terjadi sangat sering, berulang kali dalam seminggu.
Share your love

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *