Buat Janji dengan Dokter

Jangan Terkecoh! Sama-sama Strok, Ternyata Penyebab dan Gejalanya Beda Total
Tahukah kamu bahwa stroke bukan sekadar penyakit tunggal, melainkan kondisi darurat medis yang bisa terjadi melalui dua cara yang sangat berbeda di dalam otak?
Strok terjadi ketika pasokan darah ke bagian otak terganggu atau berkurang, sehingga jaringan otak tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi. Dalam hitungan menit, sel-sel otak mulai mati. Secara umum, strok dibagi menjadi dua jenis utama: Strok Iskemik dan Strok Hemoragik.
Strok Iskemik (Penyumbatan)
Strok iskemik merupakan jenis strok yang paling sering terjadi. Kondisi ini muncul ketika pembuluh darah yang membawa darah ke otak tersumbat oleh gumpalan darah atau plak lemak.
Penyebab Utama
- Terjadi karena adanya pembentukan gumpalan darah di dalam pembuluh darah otak yang terjadi akibat penumpukan lemak/plak.
- Terjadi karena gumpalan darah atau plak terlepas mengalir melalui pembuluh darah, dan tersumbat di pembuluh darah otak yang lebih kecil.
Faktor Resiko
- Penyakit Tertentu: Penderita tekanan darah tinggi (hipertensi), kolesterol tinggi, diabetes, dan fibrilasi atrium (gangguan irama jantung).
- Gaya Hidup: Kebiasaan merokok dan pola makan tidak sehat yang berakibat obesitas.
Gejala Utama
- Senyum wajah tampak tidak simetris.
- Bagian tubuh seperti lengan dan kaki terasa kepas, lemas, dan tidak bisa diangkat.
- Mengalami gangguan penglihatan secara mendadak.
- Sakit kepala hebat secara mendadak.
- Bicara menjadi pelat, cadel, dan tidak jelas.
Strok Hemoragik (Pendarahan)
Strok hemoragik terjadi ketika pembuluh darah di otak bocor atau pecah. Pendarahan ini memicu tekanan berlebih pada jaringan otak di sekitarnya dan merusak sel-sel otak. Jenis strok ini umumnya lebih berbahaya dan fatal.
Penyebab Utama
- Area pada dinding pembuluh darah membengkak dan akhirnya pecah.
- Kelainan bawaan pada ikatan pembuluh darah yang menghubungkan arteri dan vena di otak.
- Pendarahan yang terjadi langsung di dalam jaringan otak.
Faktor Risiko Utama
- Hipertensi atau darah tinggi yang tidak terkontrol.
- Penggunaan obat pengencer darah berlebihan.
- Trauma kepala seperti benturan atau cedera.
Gejala Utama
- Mengalami mual dan muntah yang menyembur.
- Sakit kepala berat dan sangat linglung.
- Mengantuk berat dan sulit utuk dibangunkan.
- Tubuh lemas dan tidak bisa digerakkan.
- Gejala paling berat ditandai degan kejang-kejang.
Langkah Pencegahan
Pencegahan stroke baik stroke iskemik maupun hemoragik ummnya berfokus pada mengendalikan faktor risiko dan menjaga kesehatan pembuluh darah. Berikut langkah-langkah utamanya:
Pengendalian Kondisi Medis
- Kontrol Tekanan Darah: Jaga tekanan darah tetap normal (ideal di bawah 120/80 mmHg).
- Kelola Kadar Gula Darah & Kolesterol: Kontrol gula diabetes dan jaga kadar kolesterol jahat tetap rendah agar tidak memicu penumpukan plak di arteri.
- Obati Penyakit Jantung: Tangani gangguan irama jantung dengan bantuan dokter untuk mencegah terbentuknya gumpalan darah.
Perubahan Gaya Hidup
- Hentikan Kebiasaan Merokok: Zat kimia dalam rokok dapat merusak dinding pembuluh darah dan mempercepat penyempitan arteri.
- Terapkan Pola Makan Sehat: Perbanyak konsumsi serat (buah, sayur, biji-bijian) dan kurangi asupan garam, lemak jenuh, serta gula berlebih.
- Rutin Berolahraga: Lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari.
- Batasi Konsumsi Alkohol & Jaga Berat Badan: Hindari alkohol berlebih dan jaga berat badan agar tetap dalam rentang ideal untuk mengurangi beban kerja jantung.


