Buat Janji dengan Dokter

Jangan Panik! Ini Alasan Kenapa Tenggorokan Sakit Sering Disertai Leher Bengkak
Sakit tenggorokan yang disertai benjolan atau pembengkakan di leher memang seringkali terjadi. Meskipun sering kali memicu rasa cemas, sebagian besar kondisi ini disebabkan oleh respons alami tubuh dalam melawan infeksi.
Namun, memahami penyebab, gejala, serta kapan harus berkonsultasi ke dokter sangat penting agar penanganan yang diberikan tepat dan efektif.
Mengapa Leher Bengkak saat Tenggorokan Sakit?
Di sepanjang area leher, terdapat jaringan kecil berbentuk kacang yang disebut kelenjar getah bening, yang berfungsi menyaring kuman, bakteri, dan virus sebagai bagian dari sistem imun.
Ketika terjadi infeksi di area tenggorokan atau mulut, kelenjar getah bening di leher akan bekerja ekstra keras dan memproduksi lebih banyak sel imun. Proses peradangan ini menyebabkan kelenjar membengkak dan terasa nyeri saat disentuh.
Penyebab Tenggorokan Sakit dan Leher Bengkak
Ada beberapa kondisi medis yang umumnya memicu kedua gejala ini secara bersamaan:
- Faringitis (Radang Tenggorokan): Disebabkan oleh infeksi virus seperti virus flu atau batuk pilek dan infeksi bakteri seperti bakteri Streptococcus.
- Tonsilitis (Radang Amandel): Peradanganyang sering kali membuat amandel bengkak, merah, bercak putih, dan kelenjar di leher ikut membesar.
- Infeksi Gigi atau Gusi: Abses gigi atau infeksi pada gusi yang parah dapat menyebar ke jaringan sekitarnya dan menyebabkan pembengkakan pada kelenjar leher.
- Abses Peritonsil: Komplikasi dari amandel di mana terbentuk kantung nanah di sekitar amandel, yang seringkali menyebabkan nyeri hebat di satu sisi tenggorokan dan leher.
Perawatan Mandiri di Rumah
Jika gejala tergolong ringan dan baru berlangsung beberapa hari, lakukan beberapa langkah penanganan mandiri berikut untuk meredakan sakit dan nyeri:
- Kumur Air Garam: Larutkan ½ sendok teh garam dalam segelas air hangat dan kumur di tenggorokan selama 30 detik untuk mengurangi peradangan.
- Penuhi Cairan Tubuh: Minum air putih hangat dan hindari minuman yang terlalu dingin, asam, atau berkafein tinggi.
- Kompres Hangat: Tempelkan kain hangat yang lembut pada bagian leher yang bengkak untuk mengurangi rasa nyeri.
- Gunakan Pelembap Udara (Humidifier): Udara yang lembap membantu menjaga tenggorokan agar tidak kering dan makin teriritasi.
- Obat Pereda Nyeri Bebas: Konsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen sesuai dosis petunjuk dapat membantu meredakan demam dan nyeri.
Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?
Walaupun sering kali sembuh dengan sendirinya, segera berkonsultasi dengan dokter jika menemukan tanda-tanda berikut:
- Sulit membuka mulut secara lebar.
- Sakit tenggorokan dan benjolan tidak membaik setelah 7–10 hari.
- Demam tinggi yang tidak kunjung turun.
- Benjolan di leher terasa sangat keras, tidak bergerak saat disentuh, atau terus membesar.
- Kesulitan bernapas atau terasa sesak.


